Wawancara Dosen Pembimbing Akademik (DPA)
Nama :
Selo, S.T. , M.T. , M.SC. , PH. D.
Asal :
Yogyakarta
Sewaktu SMA dulu Bapak Selo sempat
merasa bingung akan melanjutkan kuliah diprodi apa. Namun karena pada waktu itu
mata pelajaran yang paling menonjol adalah fisika dan matematika maka karena
itu beliau memutuskan untuk memilih elektro pada pilihan pertama dan statistika
pada pilihan kedua. Ada beberapa kendala saat memulai kuliah di Universitas
Gadjah Mada, yang pertama yaitu beliau dituntut untuk lulus dengan cepat oleh
karena itu Bapak Selo mengikuti program kuliah dalam kurun waktu lima tahun,
karena pada jaman itu kuliah lima tahun sudah merupakan waktu yang paling
cepat. Selain itu beliau juga memiliki masalah pada kendaraan yang beliau pakai
sehari-hari. Waktu itu Bapak Selo hanya memiliki sepeda, oleh karena itu beliau
memiliki kesusahan karena jarak yang ditempuh untuk sampai di tempat belajar
atau fakultas teknik + 13 KM.
Bapak Selo tidak banyak mengikuti
kegiatan kemahasiswaaan dan berbagai organisasi lainnya karena beliau harus
lulus dalam kurun waktu lima tahun. Setelah beliau lulus, Bapak Selo memulainya
dengan mengajar menjadi dosen yang pada waktu itu mengajar mata kuliah sistem
kendali. Pada tahun 2003-sekarang beliau masih mengajar hanya saja berganti ke
mata kuliah rekayasa perangkat lunak yang sekarang merupakan mata kuliah bagi
mahasiswa prodi teknologi informasi.
Bapak Selo melanjutkan pendidikan
studi S2 ke Norwegia. Pada tahun 2001 saat hendak pergi ke Norwegia beliau
memiliki pengalaman unik yaitu beliau belum pernah naik pesawat sebelumnya.
Sehingga perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta yang dapat beliau tempuh dengan
pesawat tetapi ditempuhnya dengan bis sehingga memakan waktu lebih lama yaitu
tujuh jam perjalanan darat. Setelahnya beliau hendak menggunakan pesawat untuk
transit dengan tujuan beberapa negara sebelum sampai di Norwegia. Seperti
negara Singapura kemudian Amsterdam dan yang terakhir Norwegia. Dalam proses
transit tersebut Bapak selo lebih memilih untuk diam di pesawat sampai pesawat
kembali lepas landas dikarenakan takut terlambat untuk lepas landas jika beliau
akan turun dari pesawat.
Menurut pengalaman dari Bapak Selo
sekolah di Norwegia memiliki sistem dengan mata kuliah yang lebih sedikit namun
sks yang ada lebih banyak. Metode pembelajaran di Norwegia sama dengan metode
pembelajaran yang ada di Indonesia. Namun yang membedakan adalah sistem
pembelajaran untuk sekolah dasar atau SD. Di Norwegia anak-anak SD tidak
mengenal kata PR bahkan hanya ada dua kali ujian yaitu kelas 4 dan kelas 7.
Anak-anak SD di Norwegia diajarkan bagaimana caranya memberikan argumentasi yang
baik sehingga dalam proses belajar mengajar suasana kelas jauh lebih hidup
karena murid-murid yang selalu ingin tahu lebih segala sesuatu ilmu yang
disampaikan. Bapak Selo juga tertarik dengan belajar bahasa asing dari berbagai
negara dan daerah karena dalam belajar bahasa asing disitu kita juga dituntut
untuk belajar kebudayaan dari bahasa yang negara atau daerahnya kita pelajari
tadi. Dengan belajar bahasa asing kita juga dapat membuka wawasan yang lebih
luas pada ilmu pengetahuan terutama dari negara bahasa itu sendiri.
Bapak Selo memiliki beberapa sistem
dalam mengajar di kelas yaitu dengan metode presentasi seperti baisa atau
menggunakan power point. Pembelajaran tersebut biasa beliau sampaikan untuk
mahasiswa baru. Sedangkan untuk mahasiswa semester empat beliau menerapkan
sistem pembelajaran berbasis problem solving. Disistem tersebut kita dituntut untuk mencari masalah yang
kedepannya akan timbul serta berdiskusi untuk dapat menyelesaika masalah
tersebut. Di dalam kantor beliau terdapat beberapa kakak tingkat dan enam dosen
lainnya dengan Bapak Selo sebagai kepala laboratorariumnya. Beliau memberikan
beberapa saran supaya menjadi mahasiswa yang baik yaitu sebagai mahasiswa
kalian haruslah seimbang baik dalam bidang akademik dan bidang yang lainnya.
Sehingga sebagai mahasiswa dapat belajar cara untuk berorganisasi yang baik
serta meraih prestasi yang cukup di akademik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarnya.....